
PENGGARIT, 28 Desember 2025 – Dalam upaya mendorong kemandirian ekonomi desa dan meningkatkan kapasitas aparatur, Pemerintah Desa (Pemdes) bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kedung Jati, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal, melaksanakan kegiatan Peningkatan Kapasitas dan Studi Tiru. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Penggarit, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, yang dikenal sebagai salah satu desa percontohan dalam pengelolaan potensi lokal.
Rombongan dari Kedung Jati disambut hangat di Aula Desa Penggarit. Kegiatan ini bertujuan untuk mengadopsi inovasi tata kelola desa, khususnya dalam bidang pertanian, peternakan, dan pariwisata yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Adapun tiga sektor utama yang menjadi fokus pembelajaran dalam studi tiru ini adalah sebagai berikut:
1. Manajemen Kelompok Tani Ternak di Dusun Karang Suci
Fokus kunjungan pertama tertuju pada pengelolaan peternakan kambing yang berlokasi di Dusun Karang Suci. Di sini, peserta mempelajari sistem ternak komunal yang terintegrasi.
Unit ini tidak hanya sekadar memelihara kambing, namun dijelaskan bagaimana manajemen kelompok diterapkan secara profesional, mulai dari:
- Standarisasi Pakan: Penggunaan pakan fermentasi untuk menjamin ketersediaan nutrisi ternak sepanjang tahun tanpa tergantung musim rumput.
- Breeding (Pembibitan): Teknik pemilihan indukan unggul untuk menghasilkan cempe (anak kambing) yang berkualitas daging tinggi.
- Pengolahan Limbah: Pemanfaatan kotoran dan urine kambing yang diolah menjadi pupuk organik padat dan cair, yang kemudian dijual atau digunakan kembali untuk pertanian warga, menciptakan siklus ekonomi berputar (circular economy).
2. Pengelolaan Wisata Benowo Park oleh BUMDes
Peserta juga menggali ilmu terkait kesuksesan BUMDes Desa Penggarit dalam mengelola Benowo Park. Lokasi ini menjadi contoh nyata bagaimana aset desa berupa lahan yang memiliki nilai sejarah dan religi (Makam Pangeran Benowo) disulap menjadi destinasi wisata alam dan religi yang populer.
Poin penting yang dipelajari adalah manajemen tiket, pelibatan UMKM lokal di area wisata, serta strategi promosi digital yang dilakukan BUMDes untuk menarik wisatawan luar daerah, yang secara langsung meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes).
3. Budidaya Unggulan “Mangga Istana”
Sektor pertanian menjadi sorotan utama dengan pembelajaran mengenai budidaya Mangga Istana. Dijelaskan kepada rombongan Kedung Jati bahwa Mangga Istana bukan sekadar varietas biasa, melainkan branding premium dari mangga harum manis khas Penggarit.
Keistimewaan yang dipelajari meliputi:
- Sistem “Masak Pohon”: Teknik pemanenan yang ketat dimana buah hanya dipetik ketika benar-benar matang fisiologis di pohon, menjamin rasa manis yang maksimal dan tekstur yang legit.
- Sistem Kloning/Okulasi: Cara perawatan pohon agar buah yang dihasilkan seragam (grade A) dan tahan terhadap hama lalat buah.
- Nilai Ekonomis: Bagaimana branding “Istana” mampu mendongkrak harga jual mangga jauh di atas harga pasar konvensional, memberikan keuntungan lebih besar bagi petani.
Kepala Desa Kedung Jati berharap, pasca kegiatan ini, sinergi antara BPD dan Pemdes semakin kuat dalam merumuskan kebijakan yang pro-ekonomi kerakyatan. Ilmu yang didapat dari Desa Penggarit diharapkan segera diadopsi dan dimodifikasi (ATM) sesuai dengan potensi yang dimiliki oleh Desa Kedung Jati.